Kalau Anda pernah bersekolah di Indonesia, besar kemungkinan pernah memegang buku berlogo Erlangga. Mulai dari buku Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, hingga buku latihan soal, nama Erlangga sudah menjadi bagian dari dunia pendidikan Indonesia selama puluhan tahun.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa namanya Erlangga? Siapa yang mendirikannya? Dan bagaimana sebuah penerbit buku bisa bertahan lebih dari 70 tahun di tengah perubahan zaman dan kurikulum?
Artikel ini akan mengajak Anda mengenal lebih dekat sejarah, fakta menarik, hingga alasan mengapa Erlangga masih menjadi salah satu penerbit pendidikan terbesar di Indonesia.
Nama Erlangga Ternyata Bukan Nama Pendiri
Banyak orang mengira Erlangga adalah nama keluarga atau nama depan pendirinya. Faktanya, bukan demikian.
Nama Erlangga diambil dari Raja Airlangga, seorang raja besar di Jawa Timur yang memerintah pada abad ke-11. Dalam sejarah, Airlangga dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membangun kembali kerajaan setelah masa konflik serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Pendirinya berharap penerbit tersebut dapat menjadi simbol kemajuan pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia.
Berdiri Saat Indonesia Masih Membangun Dunia Pendidikan
Penerbit Erlangga didirikan pada 30 April 1952 oleh Marulam Hutauruk.
Indonesia saat itu baru beberapa tahun merdeka. Dunia pendidikan masih menghadapi banyak tantangan. Buku pelajaran dalam bahasa Indonesia masih terbatas, sementara banyak sekolah masih menggunakan buku peninggalan masa kolonial yang berbahasa Belanda.
Melihat kondisi tersebut, Marulam Hutauruk memiliki gagasan sederhana tetapi berdampak besar: menyediakan buku pelajaran berkualitas yang mudah dipahami oleh siswa Indonesia.
Dari sinilah perjalanan Erlangga dimulai.
Bukan Sekadar Mencetak Buku
Pada awal berdirinya, Erlangga hanya berfokus menerbitkan buku pelajaran sekolah.
Namun seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, perusahaan ini mulai memperluas bidang usahanya. Kini Erlangga tidak hanya menerbitkan buku sekolah, tetapi juga:
Buku anak
Buku perguruan tinggi
Buku referensi
Buku pengembangan diri
Buku bisnis
Buku Islami
Kamus dan ensiklopedia
Media pembelajaran digital
Transformasi ini menunjukkan bahwa Erlangga terus beradaptasi mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
Mengapa Buku Erlangga Sangat Populer?
Ada beberapa alasan mengapa nama Erlangga begitu melekat di dunia pendidikan Indonesia.
1. Mengikuti Perubahan Kurikulum
Selama lebih dari tujuh dekade, Indonesia telah beberapa kali mengganti kurikulum.
Mulai dari Kurikulum 1975, 1984, 1994, KBK, KTSP, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka.
Menariknya, Erlangga selalu menyesuaikan isi bukunya agar tetap relevan dengan kurikulum yang berlaku. Kemampuan beradaptasi inilah yang membuatnya tetap dipercaya oleh sekolah dan guru.
2. Materi yang Lengkap
Walaupun sekolah menggunakan buku resmi pemerintah, tidak sedikit guru yang menjadikan buku Erlangga sebagai referensi tambahan.
Alasannya sederhana: pembahasan biasanya lebih rinci, disertai latihan soal yang cukup banyak sehingga membantu siswa memahami materi lebih dalam.
3. Kualitas Cetak yang Baik
Banyak alumni sekolah mengaku masih menyimpan buku Erlangga yang dibeli bertahun-tahun lalu.
Hal ini tidak lepas dari kualitas jilid dan kertas yang relatif baik sehingga buku tetap awet meskipun sering digunakan.
Ternyata Erlangga Memiliki Banyak Merek Lain
Hal yang cukup mengejutkan adalah banyak orang tidak mengetahui bahwa Erlangga memiliki beberapa lini penerbitan dengan nama berbeda.
Di antaranya:
Erlangga for Kids untuk buku anak.
Esensi yang menerbitkan buku pengembangan diri, bisnis, kesehatan, dan gaya hidup.
EMIR yang fokus pada buku-buku Islami.
Erlass yang bergerak di bidang layanan pendidikan.
Strategi ini membuat Erlangga mampu menjangkau pembaca dari berbagai kalangan.
Bukan Lagi Sekadar Penerbit Buku
Perubahan teknologi membuat cara belajar ikut berubah.
Erlangga pun tidak tinggal diam.
Selain buku cetak, perusahaan ini kini mengembangkan berbagai layanan digital seperti:
e-book,
video pembelajaran,
platform belajar daring,
Computer Based Test (CBT),
pelatihan guru,
hingga materi pembelajaran digital lainnya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa dunia penerbitan juga harus terus berinovasi.
Filosofi yang Masih Dipertahankan
Salah satu hal yang menarik adalah slogan Erlangga:
"Kami Melayani Ilmu Pengetahuan."
Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi menggambarkan fokus utama perusahaan sejak awal berdiri, yaitu mendukung pendidikan melalui penyediaan bahan belajar yang berkualitas.
Fakta Menarik yang Jarang Diketahui
Beberapa fakta berikut mungkin belum banyak diketahui:
Nama Erlangga berasal dari Raja Airlangga, bukan dari nama pendirinya.
Berdiri sejak 1952 dan telah melewati berbagai perubahan sistem pendidikan nasional.
Memiliki jaringan distribusi yang menjangkau hampir seluruh Indonesia.
Mengembangkan layanan digital sebagai pelengkap buku cetak.
Memiliki beberapa imprint seperti Erlangga for Kids, Esensi, dan EMIR.
Tetap menjadi salah satu penerbit pendidikan terbesar yang berakar di Indonesia.
Mengapa Erlangga Masih Bertahan Hingga Sekarang?
Industri buku mengalami banyak perubahan. Internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan mengubah cara orang memperoleh informasi.
Namun kebutuhan akan materi pembelajaran yang terstruktur tetap ada.
Erlangga mampu bertahan bukan hanya karena usianya yang panjang, tetapi karena terus beradaptasi dengan kebutuhan guru, siswa, dan perkembangan teknologi. Dari buku cetak hingga platform digital, perusahaan ini menunjukkan bahwa inovasi menjadi kunci untuk tetap relevan.
Penutup
Bagi banyak orang Indonesia, Erlangga bukan sekadar nama penerbit. Ia adalah bagian dari perjalanan belajar sejak bangku sekolah.
Di balik jutaan buku yang telah diterbitkan, terdapat sebuah visi yang sudah dimulai sejak tahun 1952: menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Lebih dari tujuh puluh tahun kemudian, visi tersebut masih terus dijalankan. Meskipun bentuk medianya berubah dari buku cetak ke platform digital, tujuan utamanya tetap sama, yaitu membantu proses belajar dan mendukung kemajuan pendidikan Indonesia.