Hadapi Kemarau Ekstrem, Petugas RTH Bidang PPKLH Bergerak Selamatkan Pohon Tabebuya dan Rumput Gajah di Median Jalan Tarantang

Berita

Friday, 7 August 2026

Andre Ershadi

Andre Ershadi

@andreershadi

0

Hadapi Kemarau Ekstrem, Petugas RTH Bidang PPKLH Bergerak Selamatkan Pohon Tabebuya dan Rumput Gajah di Median Jalan Tarantang

Sumber: Dokumentasi Andre Ershadi

Tarantang, 6 Agustus 2026 — Ruang terbuka hijau sering kali terlihat sederhana di mata masyarakat. Deretan pohon yang tumbuh di median jalan, hamparan rumput yang menghijau, serta dedaunan yang menaungi kawasan jalan mungkin tampak sebagai bagian biasa dari lanskap perkotaan. Namun di balik pemandangan hijau tersebut terdapat pekerjaan pemeliharaan yang berlangsung secara rutin dan membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika tanaman menghadapi tekanan cuaca panas dan kondisi kemarau.

Situasi tersebut terlihat di median Jalan Tarantang pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kondisi cuaca panas ekstrem mulai memberikan tekanan terhadap sejumlah tanaman yang berada di kawasan ruang terbuka hijau. Beberapa tanaman menunjukkan tanda-tanda stres dan layu sehingga membutuhkan penanganan agar kondisinya tidak semakin menurun.

Menghadapi kondisi tersebut, petugas pemelihara RTH tidak hanya melakukan pekerjaan rutin seperti membersihkan daun kering dan ranting yang berserakan. Penanganan juga diarahkan pada upaya pemulihan tanaman yang mengalami tekanan akibat panas dan kemarau. Pohon Tabebuya mendapatkan pemupukan menggunakan NPK Mutiara, sementara rumput gajah mendapatkan penyiraman dan aplikasi zat pengatur tumbuh atau ZPT Atonik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kegiatan pemeliharaan RTH yang dilaksanakan oleh petugas di lapangan. Berdasarkan laporan harian, kegiatan diawali dengan briefing pengarahan mengenai pemulihan tanaman yang terdampak kemarau. Petugas mendapatkan penjelasan dari Supervisor PT Arco dan pengawas pemeliharaan RTH mengenai identifikasi permasalahan yang muncul akibat cuaca panas ekstrem serta teknis penanganannya di lapangan.

Dari Briefing ke Lapangan: Menentukan Langkah Pemulihan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan pada hari tersebut dimulai dari pengarahan. Supervisor PT Arco Bapak Rizky bersama pengawas pemeliharaan RTH Syaifullah memberikan penjelasan kepada petugas mengenai kondisi tanaman serta langkah yang perlu dilakukan.

Briefing menjadi titik awal untuk menyamakan pemahaman sebelum pekerjaan dilakukan. Petugas tidak hanya diberitahu mengenai persoalan yang harus ditangani, tetapi juga mendapatkan arahan mengenai cara melakukan aplikasi pupuk dan ZPT.

Hal ini menunjukkan bahwa pemeliharaan RTH memiliki beberapa tahapan. Ada proses identifikasi kondisi tanaman, pemberian instruksi, pembagian pekerjaan, kemudian pelaksanaan tindakan di lapangan.

Dalam konteks tanaman yang mengalami tekanan akibat panas ekstrem, proses identifikasi menjadi penting karena kondisi setiap bagian kawasan dapat berbeda. Ada tanaman yang memerlukan pemupukan, ada bagian yang membutuhkan penyiraman, dan ada pula kawasan yang membutuhkan pembersihan karena banyak daun kering serta ranting yang jatuh.

Laporan kegiatan menunjukkan adanya pembagian jenis pekerjaan yang cukup jelas. Petugas melakukan pembersihan median jalan, pemupukan pohon Tabebuya, serta penyiraman dan aplikasi ZPT Atonik pada rumput gajah.

Masing-masing pekerjaan memiliki tujuan yang berbeda, tetapi seluruhnya mengarah pada satu kebutuhan utama, yaitu menjaga kondisi ruang terbuka hijau tetap terpelihara di tengah tekanan cuaca panas dan kemarau.

Membersihkan Median Jalan dari Daun Kering dan Puing Pohon

Setelah pengarahan, pekerjaan dilanjutkan dengan membersihkan daun kering yang jatuh di tengah median jalan. Petugas melakukan penyapuan untuk menyingkirkan daun kering, ranting, dahan kecil, serta puing-puing pohon yang berjatuhan di badan jalan, khususnya pada kawasan median.

Sekilas, pekerjaan menyapu mungkin terlihat sebagai aktivitas sederhana. Namun dalam pemeliharaan RTH, kebersihan kawasan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perawatan lingkungan.

Daun kering dan ranting yang berjatuhan dapat membuat kawasan terlihat tidak terawat. Ketika material tersebut menumpuk di median jalan, keberadaannya juga dapat mengganggu kerapian kawasan.

Karena itu, petugas memastikan area median dibersihkan hingga tuntas. Hasil akhir yang tercatat dalam laporan menunjukkan bahwa area median jalan berhasil dibersihkan dari daun kering, ranting, dahan, dan puing pohon yang berjatuhan.

Pekerjaan tersebut juga memperlihatkan bagaimana satu kegiatan pemeliharaan dapat memiliki dua sisi sekaligus. Di satu sisi, petugas menjaga estetika kawasan agar tetap bersih dan tertata. Di sisi lain, mereka juga menjaga agar ruang yang menjadi bagian dari infrastruktur jalan tetap berada dalam kondisi terpelihara.

Daun kering yang berada di sekitar tanaman juga menjadi salah satu tanda bahwa tanaman sedang menghadapi kondisi lingkungan yang menantang. Dalam laporan, pembersihan tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan tanaman yang mengalami stres akibat panas.

Dengan demikian, kegiatan membersihkan median tidak berdiri sendiri. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeliharaan yang mencakup kebersihan kawasan sekaligus pemulihan tanaman.

Tabebuya Menjadi Salah Satu Fokus Pemulihan

Setelah kawasan dibersihkan, perhatian diarahkan pada pohon Tabebuya yang mengalami ancaman layu akibat panas. Petugas melakukan pemupukan menggunakan NPK Mutiara pada area perakaran pohon tersebut.

Pemupukan dilakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman serta meningkatkan daya tahan pohon dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Pohon Tabebuya merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan dalam kawasan ruang terbuka hijau. Ketika kondisi panas memberikan tekanan terhadap tanaman, pemeliharaan menjadi penting agar tanaman tetap dapat bertahan dan tumbuh.

Dalam laporan kegiatan, pemupukan NPK Mutiara ditempatkan sebagai salah satu langkah pemulihan. Pupuk diberikan pada area perakaran sehingga kebutuhan nutrisi pohon dapat dipenuhi.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan tanaman tidak hanya mengandalkan penyiraman. Ketika tanaman berada dalam kondisi stres, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan nutrisinya.

Petugas melaksanakan pemupukan berdasarkan pengarahan yang telah diberikan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan hasil briefing yang menekankan pentingnya tata cara aplikasi pupuk secara tepat.

Pemupukan menjadi bagian dari strategi pemeliharaan agar pohon Tabebuya tetap mampu bertahan menghadapi kondisi panas.

Mengapa Rumput Gajah Juga Membutuhkan Perhatian?

Tidak hanya pohon, tanaman penutup berupa rumput gajah juga menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan. Dalam laporan disebutkan bahwa rumput gajah mengalami stres dan layu akibat kemarau serta panas panjang.

Kondisi tersebut membuat petugas melakukan dua tindakan sekaligus, yaitu penyiraman dan aplikasi ZPT Atonik.

Penyiraman dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman yang menghadapi kondisi kering. Sementara itu, aplikasi ZPT Atonik diarahkan untuk membantu merangsang pertumbuhan akar baru dan mempercepat pemulihan dari kondisi stres.

Rumput yang tumbuh di median jalan memiliki fungsi visual yang penting. Hamparan rumput yang terawat dapat memberikan kesan hijau pada kawasan yang didominasi oleh permukaan jalan.

Namun ketika rumput mengalami kekeringan dan layu, fungsi visual tersebut ikut terganggu. Karena itu, pemeliharaan rumput menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi keseluruhan RTH.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menggunakan alat semprot untuk mengaplikasikan ZPT Atonik pada area rumput gajah. Tindakan dilakukan setelah petugas mendapatkan pengarahan mengenai tata cara penggunaan ZPT.

Hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut adalah terstimulasi pertumbuhan akar baru sehingga rumput dapat lebih cepat pulih dari kondisi stres.

Dengan kata lain, penanganan rumput gajah tidak hanya berorientasi pada membuat tanaman terlihat hijau kembali, tetapi juga diarahkan pada proses pemulihan tanaman dari tekanan yang dialaminya.

Tantangan di Lapangan: Alat Semprot yang Terbatas

Di balik rangkaian kegiatan tersebut, laporan juga mencatat adanya kendala yang dihadapi petugas, yaitu keterbatasan alat semprot atau sprayer. Jumlah alat semprot untuk rumput dinilai terbatas sehingga petugas harus menggunakannya secara bergantian ketika melakukan aplikasi atau penyiraman ZPT Atonik.

Keterbatasan alat merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi efisiensi pekerjaan lapangan.

Ketika beberapa petugas membutuhkan alat yang sama, pekerjaan tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Petugas harus menunggu giliran untuk menggunakan sprayer.

Dalam kondisi cuaca panas, persoalan waktu menjadi semakin relevan karena tanaman sedang berada dalam kondisi stres. Namun laporan tidak mencatat adanya penghentian pekerjaan akibat kendala tersebut. Yang tercatat adalah bahwa petugas tetap melaksanakan aplikasi dengan cara menggunakan alat secara bergantian.

Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan operasional dalam pemeliharaan RTH.

Ketersediaan peralatan menjadi salah satu faktor pendukung yang menentukan kelancaran pekerjaan. Selain tenaga manusia, pekerjaan pemeliharaan tanaman juga membutuhkan alat yang memadai agar tindakan dapat dilakukan secara efisien.

Dokumentasi

Andre Ershadi

Andre Ershadi

@andreershadi

Katanya penulis itu pekerjaannya cuma mengetik. Padahal, sebagian besar waktunya habis buat riset, berpikir, lalu menghapus paragraf yang baru saja selesai ditulis.

Follow me

Artikel terkait

Komentar

(0)

Login untuk berkomentar.

ershanotes

Menghadirkan berita terbaru seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup — cepat, akurat, dan terpercaya.

Telp: (0517)32016

Email: email@mail.ersha.my.id

Indeks

Beranda

Informasi

Program

Pelayanan

Kontak

Tambahan

Penghargaan

Berita

Profil

Pengaduan

Galeri

Newsletter

Dapatkan pembaruan terkini seputar Kabupaten Tapin dengan bergabung bersama kami.

ERSHANOTES - seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup

© Copyright 2026 All rights reserved. yes, all of them