Umum

Tuesday, 14 July 2026

20

Apa itu sih Progam Kampung Iklim (ProKlim)? Mari kita bahasa

Apa itu sih Progam Kampung Iklim (ProKlim)? Mari kita bahasa

Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan mendorong masyarakat berperan aktif dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi nyata di tingkat desa, kelurahan, atau komunitas.

Sederhananya, ProKlim mengajak warga untuk mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang sudah terjadi.

Ada dua fokus utama dalam ProKlim:

Dalam Program Kampung Iklim (ProKlim), adaptasi dan mitigasi merupakan dua pilar utama untuk menghadapi perubahan iklim.

1. Adaptasi

Adaptasi adalah upaya menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim agar kerugian dapat dikurangi dan masyarakat tetap mampu beraktivitas.

Contoh kegiatan adaptasi di ProKlim:

  • Membuat embung, sumur resapan, atau penampungan air hujan untuk mengatasi kekeringan.

  • Menanam pohon untuk mengurangi suhu dan menjaga sumber air.

  • Menanam tanaman yang lebih tahan terhadap musim kemarau.

  • Membangun drainase yang baik untuk mengurangi banjir.

  • Mengembangkan sistem peringatan dini bencana.

  • Tujuannya: meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

2. Mitigasi

Mitigasi adalah upaya mengurangi penyebab perubahan iklim, terutama dengan menurunkan emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan karbon.

Contoh kegiatan mitigasi di ProKlim:

  • Menanam dan merawat pohon.

  • Mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

  • Membuat kompos dari sampah organik.

  • Menggunakan energi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

  • Memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya atau biogas.

Tujuannya: mengurangi emisi gas rumah kaca sehingga laju perubahan iklim dapat ditekan.

Contoh sederhana

Misalnya sebuah desa sering mengalami kekeringan:

Adaptasi: membangun embung, membuat sumur bor, dan menampung air hujan agar tetap tersedia air saat musim kemarau.

Mitigasi: menanam ribuan pohon, mengolah sampah menjadi kompos, dan mengurangi pembakaran sampah agar emisi gas rumah kaca berkurang.

Jadi, adaptasi berfokus pada menghadapi dampak perubahan iklim, sedangkan mitigasi berfokus pada mengurangi penyebab perubahan iklim. Dalam ProKlim, kedua aspek ini harus berjalan bersama agar masyarakat menjadi lebih tangguh sekaligus berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim.

Apa manfaat menjadi Kampung Iklim?

  • Lingkungan menjadi lebih bersih dan hijau.

  • Risiko banjir, longsor, atau kekeringan dapat berkurang.

  • Masyarakat menjadi lebih siap menghadapi cuaca ekstrem.

  • Berpotensi meningkatkan ekonomi melalui pengelolaan sampah, pertanian, atau wisata lingkungan.

  • Mendapat pengakuan dan penghargaan dari pemerintah apabila memenuhi kriteria ProKlim.

Siapa yang bisa mengikuti?

Program ini dapat diikuti oleh:

  • Desa

  • Kelurahan

  • RT/RW

  • Komunitas

  • Pondok pesantren

  • Sekolah

  • Kawasan permukiman atau kelompok masyarakat lainnya yang aktif menjaga lingkungan.

Jadi, nama Kampung Iklim adalah predikat bagi wilayah yang berhasil menerapkan berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

Program Kampung Iklim (ProKlim) memiliki beberapa tingkat penghargaan berdasarkan capaian aksi adaptasi, mitigasi, dan keberlanjutan kegiatan di tingkat desa atau kelurahan.

Urutannya adalah:

  1. ProKlim Pratama – tingkat awal, diberikan kepada desa/kelurahan yang telah memenuhi persyaratan dasar pelaksanaan ProKlim.

  2. ProKlim Madya – diberikan kepada desa yang telah menjalankan lebih banyak aksi adaptasi dan mitigasi serta melibatkan masyarakat secara aktif.

  3. ProKlim Utama – diberikan kepada desa yang memiliki pelaksanaan ProKlim yang sangat baik, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

  4. ProKlim Lestari – tingkat tertinggi. Diberikan kepada desa yang telah mempertahankan dan mengembangkan kegiatan ProKlim secara konsisten selama beberapa tahun, serta mampu membina atau menginspirasi desa lain.

Secara sederhana, urutan tingkat ProKlim adalah:

  1. Pratama

  2. Madya

  3. Utama

  4. Lestari

Semakin tinggi tingkatnya, semakin lengkap bukti kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, semakin kuat kelembagaan masyarakat, serta semakin besar dampak dan keberlanjutan program di desa tersebut

Apakah ada keuntungan dari desa yang memperoleh perhargaan tersebut? Mari kita bahas. desa atau kelurahan yang memperoleh penghargaan ProKlim tidak otomatis menerima uang tunai dari pemerintah pusat. Namun, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Beberapa keuntungan tersebut antara lain:

  1. Mendapat pengakuan resmi dari pemerintah karena keberhasilannya menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

  2. Meningkatkan citra desa, sehingga lebih dikenal sebagai desa yang peduli lingkungan dan berkelanjutan.

  3. Lebih mudah memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha (CSR), maupun lembaga lain. Penghargaan ProKlim sering menjadi nilai tambah saat mengajukan bantuan.

  4. Menjadi desa percontohan, terutama untuk desa dengan tingkat Utama dan Lestari, sehingga sering menjadi lokasi studi banding atau pembelajaran bagi daerah lain.

  5. Meningkatkan kapasitas masyarakat, karena warga memperoleh pelatihan dan pengalaman dalam pengelolaan lingkungan, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan pemberdayaan ekonomi.

  6. Mendorong pembangunan desa yang lebih berkelanjutan, misalnya melalui pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, pertanian ramah lingkungan, dan pengurangan risiko bencana.

Perlu diketahui bahwa setiap kenaikan tingkat (Pratama, Madya, Utama, hingga Lestari) tidak disertai besaran dana penghargaan yang tetap. Namun, desa dengan tingkat yang lebih tinggi umumnya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian, pembinaan, dan dukungan dari berbagai pihak karena rekam jejaknya sudah terbukti.

tags

proklim

Andre Ershadi

Andre Ershadi

@andreershadi

Katanya penulis itu pekerjaannya cuma mengetik. Padahal, sebagian besar waktunya habis buat riset, berpikir, lalu menghapus paragraf yang baru saja selesai ditulis. Selebihnya? Menikmati kopi yang sudah dingin kerena kebanyakan mikir.

Follow me

Artikel terkait

Komentar

(0)

Login untuk berkomentar.

ershanotes

Menghadirkan berita terbaru seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup — cepat, akurat, dan terpercaya.

Telp: (0517)32016

Email: email@mail.ersha.my.id

Indeks

Beranda

Informasi

Program

Pelayanan

Kontak

Tambahan

Penghargaan

Berita

Profil

Pengaduan

Galeri

Newsletter

Dapatkan pembaruan terkini seputar Kabupaten Tapin dengan bergabung bersama kami.

ERSHANOTES - seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup

© Copyright 2026 All rights reserved. yes, all of them