Kenapa Ada Orang yang Ekstrovert Saat Kecil, tetapi Menjadi Introvert Saat Dewasa? Penjelasan Ilmiahnya

Umum

Tuesday, 21 July 2026

Keisha Celinena

Keisha Celinena

@keishacelinena

0

Kenapa Ada Orang yang Ekstrovert Saat Kecil, tetapi Menjadi Introvert Saat Dewasa? Penjelasan Ilmiahnya

Pernahkah Anda mengenal seseorang yang semasa kecil sangat aktif, mudah berteman, suka menjadi pusat perhatian, tetapi ketika dewasa justru lebih pendiam dan senang menghabiskan waktu sendiri?

Perubahan seperti ini sering membuat orang bertanya-tanya, "Apakah kepribadian memang bisa berubah?"

Jawabannya adalah ya, tetapi tidak sesederhana berubah dari ekstrovert menjadi introvert sepenuhnya. Ilmu psikologi modern menunjukkan bahwa kepribadian memiliki bagian yang relatif stabil sekaligus bagian yang dapat berubah mengikuti perkembangan usia, pengalaman hidup, dan lingkungan.

Apa Itu Ekstrovert?

Ekstrovert adalah individu yang cenderung memperoleh energi dari interaksi sosial. Mereka biasanya menikmati bertemu orang baru, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, dan tidak keberatan menjadi pusat perhatian.

Dalam psikologi modern, ekstroversi merupakan salah satu dari lima dimensi utama kepribadian (Big Five Personality Traits). Sifat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga mencakup tingkat antusiasme, energi, keberanian mengambil inisiatif, serta kecenderungan mencari pengalaman yang merangsang.

Ciri-ciri orang yang cenderung ekstrovert

  • Menikmati berada di tengah banyak orang.

  • Mudah memulai percakapan.

  • Bersemangat mengikuti kegiatan sosial.

  • Berani menyampaikan pendapat.

  • Cepat akrab dengan orang baru.

  • Lebih suka bekerja secara kolaboratif.

Namun, tidak semua orang yang cerewet adalah ekstrovert. Ada orang yang pandai berbicara karena keterampilan yang dipelajari, bukan karena sumber energinya berasal dari interaksi sosial.

Apa Itu Introvert?

Introvert adalah individu yang cenderung mendapatkan kembali energinya melalui waktu yang tenang atau aktivitas yang dilakukan sendiri. Mereka bukan berarti tidak suka bersosialisasi, tetapi biasanya lebih memilih interaksi yang mendalam dengan sedikit orang dibandingkan bergaul dengan banyak orang.

Introvert tetap dapat menjadi pemimpin, pembicara publik, atau guru yang hebat. Perbedaannya terletak pada cara mereka mengisi ulang energi setelah beraktivitas sosial.

Ciri-ciri orang yang cenderung introvert

  • Menikmati waktu sendiri.

  • Memiliki lingkaran pertemanan yang lebih kecil tetapi dekat.

  • Berpikir sebelum berbicara.

  • Tidak terlalu menyukai keramaian dalam waktu lama.

  • Lebih nyaman melakukan percakapan yang mendalam daripada basa-basi.

  • Membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah banyak berinteraksi.

Ekstrovert dan Introvert Bukan Dua Kotak yang Terpisah

Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap seseorang harus menjadi 100% ekstrovert atau 100% introvert.

Padahal, penelitian psikologi menunjukkan bahwa kepribadian berada pada sebuah spektrum. Sebagian besar orang berada di tengah-tengah, sehingga dapat bersikap ekstrovert dalam situasi tertentu dan introvert dalam situasi lainnya.

Karena itu, seseorang yang terlihat pendiam bukan berarti introvert, dan seseorang yang aktif berbicara belum tentu ekstrovert.

Apakah Kepribadian Bisa Berubah?

Selama bertahun-tahun, banyak ilmuwan menganggap kepribadian relatif tetap setelah seseorang dewasa. Namun penelitian longitudinal dalam beberapa dekade terakhir menemukan bahwa kepribadian memang memiliki kestabilan, tetapi tetap dapat mengalami perubahan bertahap sepanjang kehidupan.

Perubahan ini biasanya tidak terjadi secara drastis dalam semalam, melainkan perlahan selama bertahun-tahun.

Kenapa Ada Orang yang Ekstrovert Saat Kecil, tetapi Menjadi Introvert Saat Dewasa?

Ada beberapa penjelasan ilmiah yang dapat menjawab fenomena ini.

1. Otak dan Emosi Terus Berkembang

Anak-anak masih berada dalam masa perkembangan otak. Kemampuan mengendalikan emosi, mempertimbangkan risiko, dan memahami diri sendiri belum sepenuhnya matang.

Saat memasuki usia dewasa, seseorang menjadi lebih reflektif sehingga lebih selektif dalam memilih lingkungan sosial. Hal ini bisa membuatnya tampak lebih introvert dibandingkan ketika kecil.

2. Pengalaman Hidup Mengubah Cara Bersosialisasi

Pengalaman hidup memiliki pengaruh besar terhadap perilaku sosial.

Misalnya:

  • mengalami perundungan (bullying),

  • sering ditolak dalam pergaulan,

  • kehilangan orang yang dekat,

  • mengalami kegagalan,

  • atau mengalami stres berkepanjangan.

Pengalaman tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam membuka diri kepada orang lain.

Perubahan ini bukan berarti kepribadiannya rusak, melainkan cara beradaptasi terhadap pengalaman hidup.

3. Tanggung Jawab Orang Dewasa Berbeda

Ketika masih kecil, sebagian besar aktivitas dilakukan untuk bermain dan bersosialisasi.

Saat dewasa, fokus bergeser menjadi pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan tanggung jawab lainnya. Waktu bersosialisasi menjadi lebih sedikit sehingga seseorang terlihat lebih pendiam.

Padahal bisa jadi sifat dasarnya tidak banyak berubah.

4. Anak yang Aktif Belum Tentu Ekstrovert

Ini adalah salah satu kesalahan yang sering terjadi.

Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka senang bermain dengan siapa saja karena sedang belajar bersosialisasi.

Artinya, anak yang sangat aktif belum tentu memiliki tingkat ekstroversi yang tinggi ketika dewasa.

5. Lingkungan Membentuk Cara Berinteraksi

Budaya keluarga, lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga teman sebaya ikut memengaruhi perilaku sosial seseorang.

Lingkungan yang suportif dapat membuat seseorang lebih percaya diri.

Sebaliknya, lingkungan yang penuh tekanan dapat membuat seseorang lebih menarik diri.

6. Seseorang Bisa Menjadi Lebih Selektif, Bukan Lebih Introvert

Banyak orang menganggap dirinya berubah menjadi introvert, padahal sebenarnya mereka hanya menjadi lebih selektif.

Misalnya:

  • lebih memilih bertemu dua sahabat dibanding menghadiri pesta besar,

  • lebih menikmati membaca daripada nongkrong setiap malam,

  • lebih menghargai kualitas hubungan dibanding jumlah teman.

Perubahan preferensi seperti ini merupakan bagian yang wajar dari proses pendewasaan.

Jadi, Apakah Berubah Menjadi Introvert Itu Normal?

Ya, Selama perubahan tersebut tidak disebabkan oleh gangguan psikologis seperti depresi berat, kecemasan sosial yang mengganggu kehidupan sehari-hari, atau trauma yang belum terselesaikan, maka perubahan preferensi sosial merupakan hal yang normal.

Psikologi modern justru menunjukkan bahwa manusia mampu beradaptasi dengan pengalaman hidupnya. Karena itu, perubahan dalam cara bersosialisasi tidak selalu berarti seseorang kehilangan jati dirinya.

Kesimpulan

Tidak semua orang yang aktif saat kecil akan tetap ekstrovert ketika dewasa. Seiring bertambahnya usia, perkembangan otak, pengalaman hidup, lingkungan, serta tanggung jawab dapat mengubah cara seseorang berinteraksi dengan dunia.

Yang terpenting adalah memahami bahwa ekstrovert dan introvert bukanlah label mutlak, melainkan spektrum kepribadian. Seseorang bisa menjadi lebih tenang, lebih selektif, atau lebih menikmati kesendirian tanpa kehilangan kemampuan bersosialisasi.

Alih-alih bertanya apakah seseorang telah berubah menjadi introvert, pertanyaan yang lebih tepat adalah: bagaimana pengalaman hidup telah membentuk cara ia memperoleh energi dan membangun hubungan dengan orang lain?

Keisha Celinena

Keisha Celinena

@keishacelinena

Menikmati proses mencari, mempelajari, lalu membagikan informasi lewat tulisan. berusaha menghadirkan artikel yang ringan, mudah dipahami, dan bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya.

Follow me

Artikel terkait

Komentar

(0)

Login untuk berkomentar.

ershanotes

Menghadirkan berita terbaru seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup — cepat, akurat, dan terpercaya.

Telp: (0517)32016

Email: email@mail.ersha.my.id

Indeks

Beranda

Informasi

Program

Pelayanan

Kontak

Tambahan

Penghargaan

Berita

Profil

Pengaduan

Galeri

Newsletter

Dapatkan pembaruan terkini seputar Kabupaten Tapin dengan bergabung bersama kami.

ERSHANOTES - seputar politik, ekonomi, dan gaya hidup

© Copyright 2026 All rights reserved. yes, all of them